MENGENAL BATAKO BETON
A. APAKAH BETON
ITU ?
Dalam bentuk yang paling sederhana, beton adalah pasta dan semen.
Pasta
terdiri dari portland semen
dan air, menutupi permukaan kerikil
halus dan kasar. Melalui
proses kimia yang disebut hidrasi,
pasta mengeras dan mengeras seperti bentuk
batu seperti yang dikenal
sebagai beton. Melalui proses ini dapat dilihat cir-ciri beton: seperti plastik jika baru diaduk, kuat dan tahan ketika mengeras.
Hal ini dapat menjelaskan
mengapa suatu bahan seperti beton dapat
membangun pencakar langit, jembatan, tempat pejalan kaki dan jalan bebas hambatan, rumah- rumah, dan bendungan.
Kunci untuk mencapai
kekuatan dan daya tahan
beton terletak pada kandungan jumlah
adukan. Adukan beton yang kekurangan
pasta akan sulit mencetak dan berbentuk kasar, permukaan
sarang lebah dan beton yang menyerap. Adukan yang kelebihan pasta semen akan mudah
dicetak dan menghasilkan permukaan yang licin; tetapi bagaimanapun
akan menghasilkan beton yang lebih menyusut
dan tidak ekonomis.
Rancangan adukan beton yang benar akan menguasai
kemamapuan pekerja untuk beton yang
murni dan dapat tahan lama dan kekuatan
untuk beton yang keras. Dengan
tipe, adukannya kira-kira 10 hingga 15 persen semen, 60 hingga 75 persen
kerikil dan 15 hingga 20 persen air. Semen portland terjadi reaksi kimia karena adanya air. Semen dan air membentuk pasta yang melapisi masing-masing partikel
batu dan pasir. Melalui reaksi kimia yang disebut hidrasi,
pasta semen mengeras dan bertambah
kuat. Karakter dari beton ditentukan oleh mutu pasta. Kekuatan pasta
tergantung pada perbandingan air dan semen.
B. MULAINYA HIDRASI
B. MULAINYA HIDRASI
Segera setelah kerikil,
air dan semen di aduk, adukannya
mulai mengeras. Semua semen Portland adalah semen yang memerlukan
air yang dibuat dan dikeraskan
melalui reaksi kimia dengan air. Selama reaksi ini disebut hidrasi, suatu bentuk node di atas permukaan
setiap partikel semen. Node tumbuh dan berkembang
sampai berhubngan dengan node dari partikel semen lainnya atau melekat
pada kerikil yang berdekatan. Proses pembangunan
ini menghasilkan pengerasan progresif,
kekerasan dan kekuatan
pembangunan. Pada saat beton diaduk secara menyeluruh dan dapat berfungsi sebaiknya
dapat dibentuk sebelum
adukannya terlalu keras. Selama
penempatan, beton
dipadatkan dalam
bentuknya dan
untuk menghilangkan potensi
cacat seperti sarang
lebah dan kantong
udara.
Perawatan dimulai setelah permukaan diarahkan dari beton yang cukup keras untuk merusak lapisan pelindung. Perawatan untuk memastikan
pada hidrasi yang kontinyu dari semen dan kelebihan kekuatan dari beton. Permukaan beton dirawat dengan penyemprotan
dengan kabut air atau dengan menggunakan benang-benang basah seperti kain goni atau kain katun keset.
Metode perawatan lainnya
pencegahan penguapan air dengan menyegel permukaan
dengan plastik atau penyemprotan
kkhusus (perawatan komponen). Teknik khusus adalah
dengan menggunakan perawatan beton selama cuaca sangat panas atau dingin untuk menjaga beton. Selama beton harus dijaga kelembabannya,
kekuatan dan lebih tahan lama. Laju kekerasan tergantung pada komposisi dan keadaan semen yang baik, perbandingan
adukan dan kondisi kelembaban dan suhu. Kebanyakan hidrasi dan pencapaian kekuatan terjadi didalam
bulan pertama siklus semen, tetapi hidrasi berlanjut
pada tingkat yang lebih rendah untuk beberapa tahun. Beton semakin lama semakin bertambah
kuat.
C. BENTUK BETON
Beton dihasilkan dalam empat bentuk dasar, masing-masing dengan penggunaan dan sifat-sifat yang berbeda. Beton Ready Mixed adalah
hasil produksi lokal untuk pengiriman dengan menggunakan truk dengan drum yang berputar. Produk beton pra cetak dicetak dan diatur di pabrik.
Produk-produk ini memiliki keuntungan dari ketatnya pengawasan mutu yang dicapai di pabrik
pembuatan. Produk pra cetak digunakan
mulai dari beton batu bata dan paving blok
sampai jembatan, komponen
struktur, dan panel. Beton pondasi,
jenis lain dari beton yang dibuat, dikenal dengan baik dengan ukuran konvensional
8 x 8 x 16 inci. Sekarang ini pondasi
dapat dicetak dalam berbagai macam bentuk, konfigurasi, warna, tekstur untuk melayani berbagai macam penggunaan bangunan
dan kebutuhan arsitektur. Bahan
baku
barbasis
semen mewakili produk berlabel beton.
Bahan
konvensional pada golongan ini termasuk mortar, grout, dan teraso.
Semen tanah dan beton roller-compact merupakan sepupu dari beton
– biasanya digunakan
untuk paving blok dan bendungan. Produk
lain pada golongan ini meliputi
pengisian yang dapat
mengalir dan semen
yang diolah. Generasi baru produk
lanjutan dipadukan dengan serat dan kerikil khusus untuk membuat
genteng, sirap dan bagian
simpangan. Dan di pasaran di gunakan semen untuk perlakuan dan menstabilkan barang
sisa.
D. FUNGSI DAN PERSYARATAN KANDUNGAN BETON
a) Fungsi Semen
1) Untuk mengisi kekosongan pada kerikil halus dan kasar
2) Membuat beton yang kedap air
3) Menguatkan beton
4) Mengikat kerikil ke dalam bentuk
padat
5) Mengeraskan ketika diaduk dengan air
b) Fungsi Pasir
1) Pasir mengisi kekosongan pada kerikil kasar
2) Mengurangi penyusutan beton
3) Pasir membantu pengerasan semen dengan memberi
jalan masuk air di tempat
yang kosong
c) Fungsi Kerikil
Kasar
1) Memadatkan dan mengeraskan beton bersama-sama dengan
semen dan pasir.
2) Mengurangi biaya beton,
jika dipakai dalam volume yang besar.
d) Fungsi Air
1) Air membasahi permukaan kerikil.
2) Membantu meratakan semen di seluruh
kerikil dan membantu
pengadukannya.
3) Memulai proses hidrasi
semen,
secara
bertahap
memulai
proses
pengaturan
dan
pembekuan.
4) Mengontrol panas yang dihasilkan oleh proses hidrasi
semen.
Kekuatan beton tergantung pada perbandingan adukan
dan disesuaikan dengan
kebutuhan pekerjaan. Penggunaan yang berbeda membutuhkan kekuatan beton yang berbeda pula.
E. PERSYARATAN BETON
1) Kekuatan
Beton harus cukup kuat untuk menahan
tekanan secara aman pada setiap faktor
keamanan. Tidaklah ekonomis
membuat beton lebih
kuat dari yang dibutuhkan, tetapi kekuatan minimum harus dipenuhi.
2) Kemampuan Kerja
Adukan beton yang digunakan sebaiknya
mudah diaduk, dicetak,
dipadatkan, dan diselesaikan pada permukaan dengan usaha yang minimum.
F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU BETON
1. Semen
Mutu semen merupakan faktor penting yang mempengaruhi kebutuhan dasar beton.
Semen haruslah baru dan tidak bergumpal.
Di Aceh, Semen Padang dianggap
sebagai semen dengan mutu terbaik yang ada dan sebaiknya digunakan
untuk beton batako.
Semen adalah adukan 60 – 67% kapur, 25% silika,
dan 3 – 8% alumina,
yang kemudian diaduk bersama-sama dengan air ke dalam bentuk
slurry, yang dipanaskan, dikeringkan, dikeraskan
dan dibentuk menjadi tepung yang halus.
Sedikit gipsum ditambahkan
sebelum digiling untuk mengatur tingkat kehalusan.
a)Pengaturan Keras
a)Pengaturan Keras
Istilah pengaturan dan pengerasan mempunyai
beberapa pengertian. Pengaturan
adalah proses dimana perubahan beton cair menjadi bentuk padat, tetapi dalam keadaan masih
lembek. Hardening adalah
proses beton dalam keadaan lembek
menjadi padat.
b) Pemberian Air
Saat air ditambahkan pada semen atau proses pengairan semen dan selama reaksi kimia yang terjadi pada saat pengaturan semen terjadinya kenaikan suhu dan menghasilkan panas.
Saat air ditambahkan pada semen atau proses pengairan semen dan selama reaksi kimia yang terjadi pada saat pengaturan semen terjadinya kenaikan suhu dan menghasilkan panas.
c) Berbagai Jenis Semen
Ada 5 jenis semen. Semen digolongkan
berdasarkan sifat-sifatnya dan komposisi kimia.
Nama-nama ke-5 macam semen adalah:
1)
Semen Portland biasa
2)
Semen pembekuan cepat
3)
Semen pengaturan cepat
4)
Semen Blast – Furnace Slag
5)
Semen alumina tinggi
d. Jenis dan mutu semen
Untuk produk semen seperti batako dan paving blok/ubin disarankan untuk menggunakan semen portland biasa. Merknya
di
Aceh
adalah
Semen
Andalas dan Semen Padang. Secara umum untuk
penggunaan
batako,
orang
memilih
untuk
menggunakan Semen Padang
karena mutu merk ini dianggap jauh lebih baik dan tentunya
akan meningkatkan kekuatan batako. Untuk
paving blok Semen Andalas Kelas 1 juga digunakan
(terdapat 3 kelas, 1 kelas yang terbaik, dan 2 kelas
lainnya bermutu rendah).
Untuk mencapai produk
beton yang bagus dalam hal kekuatan dan daya tahan,
aturan berikut sebaiknya diikuti:
e) Penyimpanan semen
Semen dapat disimpan dalam kantong dengan aman untuk beberapa bulan jika disimpan ditempat yang kering. Kantong kertas lebih
baik sebagai tempat
penyimpanan dari pada kantong dari rami dalam hal menjaga kualitas akibat kelembaban. Selama musim hujan,
penyimpanan semen berperan
penting karena kelembaban yang tinggi mempercepat
rusaknya semen.
Kantong semen sebaiknya disimpan ditempat rata yang agak tinggi (seperti palet kayu)
sekitar 15 – 20 cm dari lantai dan sekitar 30-50 cm dari dinding. Tumpukan semen tidak boleh lebih dari 10 tumpuk.
Kantong semen sebaiknya ditempatkan berdekatan untuk mengurangi sirkulasi udara. Kantong
semen sebaiknya jangan
dibuka sebelum digunakan
Semen portland biasa yang disimpan
lebih dari enam bulan sebaiknya tidak digunakan untuk pekerjaan pondasi. Pengurangan kekuatan rata-rata
pada adukan 1 : 2 : 4 sebagai akibat dari penyimpanan adalah sebagai
berikut:
• Kekuatan semen baru:
100%
• Semen setelah 3 bulan, kekuatan
berkurang 20%
• Semen setelah 6 bulan, kekuatan
berkurang 30%
• Semen setelah 12 bulan, kekuatan
berkurang 40%
• Semen setelah 24 bulan, kekuatan
berkurang 50%
e) Pengujian mutu semen
Tanda-tanda semen yang rusak dilihat dari adanya gumpalan besar semen. Gumpalan
semen sebaiknya tidak digunakan, walaupun
jika diayak. Barunya semen dapat diuji sebagai
berikut:
i) Uji
gumpalan
Periksa semen dari gumpalan kecil dan besar. Pisahkan.
ii) Uji
gesek
Ketika semen digesek
antara jari dan kuku seperti
terasa butiran halus
seperti tepung.
iii) Uji pengaturan
Jika tidak yakin dengan mutu semen
dapat
dilakukan dengan uji pengaturan sederhana. Membuat pasta yang kental dari semen murni dan air dan membentuk lapisan dengan diameter kira-kira
75 mm dengan ketebalan 12 hingga 15 mm. Lapisan harus mulai diatur kira-kira 30 sampai 60 menit. Dalam
18 hingga 24 jam
lapisan harus sudah keras sehingga permukaannya tidak tergores dengan
kuku jempol.
2) Perbandingan air – semen
Perbandingan jumlah minimum air dan berat semen, perlu diketahui konsistensi dan kemampuan kerja adukan beton yang diinginkan yang disebut perbandingan air – semen. Kekuatan beton menurun dengan menurunnya perbandingan air – semen. Hal ini
disebabkan penambahan air setelah penguapan
akan meninggalkan kekosongan yang sangat kecil. Semakin banyak
kekosongan pada beton,
maka akan semakin
tidak kuat.
3) Kehalusan kerikil
halus
Kekuatan beton akan menurun dengan semakin halusnya kerikil halus. Hal ini disebabkan
kerikil halus membutuhkan lebih banyak semen yang digunakan
yang mempengaruhi keseluruhan adukan.
2. Pasir Dan Kerikil Hasil Ayakan Pasir
Pasir dan kerikil bahan baku dasar
yang paling penting
dan memerlukan perhatian
khusus.
a. Penggolongan pasir dan kerikil
Bahan sisa ayakan berukuran 4,75 mm disebut
kerikil kasar, dan dibawah ukuran
itu disebut sebagai kerikil
halus atau pasir. Hasil
ayakan yang berukuran 75 mikron biasanya disebut sebagai tanah liat, endapan
halus atau debu halus dalam kerikil.
Pasir yang mengandung
90% partikel berukuran lebih besar dari 0,006 mm dan kurang dari 0,2 mm adalah pasir halus. Pasir yang mengandung 90% partikel berukuran
lebih besar dari 0,6 mm dan kurang dari 2 mm disebut
sebagai pasir kasar.
b. Kerikil Kasar
Terdapat 3 sumber
utama asal kerikil
kasar, yaitu:
1) Endapan alam
2) Batu yang dihancurkan (splite)
3) kerikil batu bata
c. Pasir
Terdapat 4 jenis
utama pasir, yaitu:
1) Pasir Galian
2) Pasir sungai
2) Pasir sungai
3) Pasir yang dihancurkan
4) Pasir Laut
4) Pasir Laut
d. Mutu pasir
dan kerikil
Mutu beton secara langsung berhubungan dengan karakteristik dan kondisi pasir. Pasir dan kerikil harus bersih dari tanah liat tanaman dan bahan organik
lainnya. Tanah liat atau
kotoran yang melapisi kerikil dapat menghalangi
lengketnya semen dengan kerikil,
memperlambat proses pengaturan pembekuan
dan menurunkan kekuatan
beton. Dengan demikin tanah liat dan kotoran tidak
boleh melebihi 10% jika tidak
pasir harus dicuci.
e. Penyimpanan pasir
Pasir sebaiknya disimpan ditempat yang teduh. Pasir sebaiknya
terlindungi, seperti dari
kotoran binatang, limbah
pertanian, anak-anak, pohon dan lain-lain
jika memungkinkan.
f. Pengujian mutu pasir.
1) Uji visual/Uji penglihatan
Periksa pasir dari kotoran seperti bahan organik (lumpur, dedaunan, akar-akaran dan
lain-lain).
2) Uji kandungan pasir dan kotoran
Uji kandungan pasir dan kotoran dapat dilakukan dengan dua cara;
i) Test tangan
Contoh pasir digosokkan
diantara dua telapak tangan pasir yang bersih hanya akan
meninggalkan sedikit bekas. Jika tangan tetap kotor itu menunjukkan
adanya terlalu banyak tanah.
ii) Test botol
Ambil sebuah botol dan isi dengan pasir hingga setengah penuh. Isi dengan air bersih hingga ¾ penuh. Kocok dan biarkan hingga satu jam. Pasir yang bersih akan akan langsung mengendap, kotoran dan tanah liat secara perlahan-lahan akan turun di atas pasir. Ketebalan tanah liat dan kotoran tidak boleh melebihi 1/10 atau 10% dari pasir di bawahnya. Pengujian ini juga disebut Decantation test, pengujian ini tidak dapat diterapkan pada pasir dari batu yang dipecahkan.
iii) Test pakaian
Hamparkan pasir pada permukaan yang bersih. Gosok dengan kain putih diatas pasir.Jika kain sangat kotor, pasir sebaiknya tidak digunakan untuk membuat beton.
Pasir yang kotor
sebaiknya tidak digunakan untuk pembuatan batako
atau paving blok sebab dapat mengurang
daya rekat beton.
G. Berbagai Jenis Batako
dan Paving Blok
Batako terdiri
dari berbagai bentuk dan ukuran.
Istilah batako berhubungan dengan bentuk persegi panjang
yang digunakan untuk dinding beton.
1) Batako digolongkan menjadi 2 bentuk utama
Batako berlubang memiliki sifat penghantar panas yang lebih baik dari batako padat dengan menggunakan bahan dan ketebalan yang sama. Batako berlubang memiliki beberapa keunggulan dari batu bata, beratnya hanya 1/3 dari batu bata dengan jumlah yang sama dan dapat disusun empat kali lebih cepat lebih kuat untuk semua penggunaan yang biasanya menggunakan batu bata. Di samping itu keunggulan lain batako berlubang adalah kedap panas dan suara.
2) Paving blok memiliki berbagai bentuk, pola warna
Sumber : Modul Pelatihan Pembuaton ubin atau Paving Blok dan Batako.Kantor Perburuhan International
Sumber : Modul Pelatihan Pembuaton ubin atau Paving Blok dan Batako.Kantor Perburuhan International