Cari Apa ?

Jumat, 08 April 2016

MENGENAL BATATON

MENGENAL BATAKO BETON


A.    APAKAH BETON ITU ? 


Dalam bentuk yang paling sederhana, beton adalah pasta dan  semen.   Pasta terdiri dari portland semen dan air, menutupi permukaan kerikil halus dan kasar. Melalui proses kimia yang disebut hidrasi, pasta mengeras dan mengeras seperti bentuk batu seperti yang dikenal sebagai beton.  Melalui proses ini dapat dilihat cir-ciri beton: seperti plastik jika baru diaduk, kuat dan tahan ketika mengeras. Hal ini dapat menjelaskan mengapa suatu bahan seperti beton dapat membangun pencakar langit, jembatan, tempat pejalan kaki dan jalan bebas hambatan, rumah- rumah, dan bendungan.


Kunci untuk mencapai kekuatan dan daya tahan beton terletak pada kandungan jumlah adukan. Adukan beton yang kekurangan pasta akan sulit mencetak dan berbentuk kasar, permukaan sarang lebah dan beton yang menyerap.   Adukan yang kelebihan pasta semen akan mudah dicetak dan  menghasilkan permukaan yang  licin;  tetapi  bagaimanapun akan menghasilkan beton yang lebih menyusut dan tidak ekonomis.

Rancangan adukan beton yang benar akan menguasai kemamapuan pekerja untuk beton yang murni dan dapat tahan lama dan kekuatan untuk beton yang keras. Dengan tipe, adukannya kira-kira 10 hingga 15 persen semen, 60 hingga 75 persen kerikil dan 15 hingga 20 persen air. Semen portland terjadi reaksi kimia karena adanya air. Semen dan air membentuk pasta yang melapisi masing-masing partikel batu dan pasir.  Melalui reaksi kimia yang disebut hidrasi, pasta semen mengeras dan bertambah kuat.   Karakter dari beton ditentukan oleh mutu pasta. Kekuatan pasta tergantung pada perbandingan air dan semen.

B. MULAINYA HIDRASI 

Segera setelah kerikil, air dan semen di aduk, adukannya mulai mengeras. Semua semen Portland adalah semen yang memerlukan air yang dibuat dan dikeraskan melalui reaksi kimia dengan air. Selama reaksi ini disebut hidrasi, suatu bentuk node di atas permukaan setiap partikel semen. Node tumbuh dan berkembang sampai berhubngan dengan node dari partikel semen lainnya atau melekat pada kerikil yang berdekatan. Proses pembangunan ini menghasilkan pengerasan progresif, kekerasan dan kekuatan pembangunan. Pada saat beton diaduk secara menyeluruh dan dapat berfungsi sebaiknya dapat dibentuk sebelum adukannya terlalu   keras.   Selama   penempatan,   beton   dipadatkan   dalam   bentuknya   dan   untuk menghilangkan potensi cacat seperti sarang lebah dan kantong udara.

Perawatan dimulai setelah permukaan diarahkan dari beton yang cukup keras untuk merusak lapisan pelindung. Perawatan untuk memastikan pada hidrasi yang kontinyu dari semen dan kelebihan kekuatan dari beton. Permukaan beton dirawat dengan penyemprotan dengan kabut air atau dengan menggunakan benang-benang basah seperti kain goni atau kain katun keset. Metode perawatan lainnya pencegahan penguapan air dengan menyegel permukaan dengan plastik atau  penyemprotan kkhusus (perawatan komponen). Teknik khusus adalah dengan menggunakan perawatan beton selama cuaca sangat panas atau dingin untuk menjaga beton. Selama beton harus dijaga kelembabannya, kekuatan dan lebih tahan lama. Laju kekerasan tergantung pada komposisi dan keadaan semen yang baik, perbandingan adukan dan kondisi kelembaban dan   suhu. Kebanyakan hidrasi dan pencapaian kekuatan terjadi didalam bulan pertama siklus semen, tetapi hidrasi berlanjut pada tingkat yang lebih rendah untuk beberapa tahun. Beton semakin lama semakin bertambah kuat.


C.  BENTUK BETON 

Beton dihasilkan dalam empat bentuk dasar, masing-masing dengan penggunaan dan sifat-sifat yang berbeda.    Beton Ready Mixed adalah hasil produksi lokal untuk pengiriman dengan menggunakan truk dengan drum yang berputar.  Produk beton pra cetak dicetak dan diatur di pabrik. Produk-produk ini memiliki keuntungan dari ketatnya pengawasan mutu yang dicapai di pabrik pembuatan. Produk pra cetak digunakan mulai dari beton batu bata dan paving blok sampai jembatan, komponen struktur, dan panel. Beton pondasi, jenis lain dari beton yang dibuat, dikenal dengan baik dengan ukuran konvensional 8 x 8 x 16 inci. Sekarang ini pondasi dapat dicetak dalam berbagai macam bentuk, konfigurasi, warna, tekstur untuk melayani berbagai  macam  penggunaan bangunan  dan  kebutuhan arsitektur.    Bahan  baku  barbasis semen  mewakili produk berlabel beton.    Bahan konvensional pada  golongan ini  termasuk mortar, grout, dan teraso. Semen tanah dan beton roller-compact merupakan sepupu dari beton
– biasanya digunakan untuk paving blok dan bendungan. Produk lain pada golongan ini meliputi pengisian    yang  dapat  mengalir dan  semen  yang  diolah.    Generasi baru  produk  lanjutan dipadukan dengan serat dan kerikil khusus untuk membuat genteng, sirap dan bagian simpangan. Dan di pasaran di gunakan semen untuk perlakuan dan menstabilkan barang sisa.

 D.  FUNGSI DAN PERSYARATAN KANDUNGAN BETON

a)  Fungsi Semen
1)   Untuk mengisi kekosongan pada kerikil halus dan kasar
2)   Membuat beton yang kedap air
3)   Menguatkan beton
4)   Mengikat kerikil ke dalam bentuk padat
5)   Mengeraskan ketika diaduk dengan air

b)  Fungsi Pasir
1)   Pasir mengisi kekosongan pada kerikil kasar
2)   Mengurangi penyusutan beton
3)   Pasir membantu pengerasan semen dengan memberi jalan masuk air di tempat yang kosong

c)  Fungsi Kerikil Kasar
1)   Memadatkan dan mengeraskan beton bersama-sama dengan semen dan pasir.
2)   Mengurangi biaya beton, jika dipakai dalam volume yang besar.

d)  Fungsi Air
1)   Air membasahi permukaan kerikil.
2)   Membantu meratakan semen di seluruh kerikil dan membantu pengadukannya.
3)   Memulai  proses  hidrasi  semen,  secara  bertahap  memulai  proses  pengaturan  dan pembekuan.
4)   Mengontrol panas yang dihasilkan oleh proses hidrasi semen.

Kekuatan beton tergantung pada perbandingan adukan dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Penggunaan yang berbeda membutuhkan kekuatan beton yang berbeda pula.

E.  PERSYARATAN BETON

1)  Kekuatan
Beton harus cukup kuat untuk menahan tekanan secara aman pada setiap faktor keamanan.   Tidaklah ekonomis membuat beton lebih kuat dari yang dibutuhkan, tetapi kekuatan minimum harus dipenuhi.

2)  Kemampuan Kerja
Adukan beton yang digunakan sebaiknya mudah diaduk, dicetak, dipadatkan, dan diselesaikan pada permukaan dengan usaha yang minimum.


F.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU BETON 


1.  Semen

Mutu  semen  merupakan  faktor  penting  yang  mempengaruhi kebutuhan  dasar  beton. Semen haruslah baru dan tidak bergumpal. Di Aceh, Semen Padang dianggap sebagai semen dengan mutu terbaik yang ada dan sebaiknya digunakan untuk beton batako.
Semen adalah adukan 60 – 67% kapur, 25% silika, dan 3 – 8% alumina, yang kemudian diaduk bersama-sama dengan air ke dalam bentuk slurry, yang dipanaskan, dikeringkan, dikeraskan dan dibentuk menjadi tepung yang halus.  Sedikit gipsum ditambahkan sebelum digiling untuk mengatur tingkat kehalusan.

a)Pengaturan Keras
Istilah pengaturan dan pengerasan mempunyai beberapa pengertian. Pengaturan adalah proses dimana perubahan beton cair menjadi bentuk padat, tetapi dalam keadaan masih lembek. Hardening adalah proses beton dalam keadaan lembek menjadi padat.

b)  Pemberian Air
Saat air ditambahkan pada semen atau proses pengairan semen dan selama reaksi kimia yang terjadi pada saat pengaturan semen terjadinya kenaikan suhu dan  menghasilkan panas.

 c)   Berbagai Jenis Semen
Ada 5 jenis semen. Semen digolongkan berdasarkan sifat-sifatnya dan komposisi kimia.
Nama-nama ke-5 macam semen adalah:

1)    Semen Portland biasa
2)    Semen pembekuan cepat
3)    Semen pengaturan cepat
4)    Semen Blast – Furnace Slag
5)    Semen alumina tinggi

 d. Jenis dan mutu semen
Untuk produk semen seperti batako dan paving blok/ubin disarankan untuk menggunakan semen  portland  biasa.  Merknya  di  Aceh  adalah  Semen  Andalas  dan  Semen  Padang. Secara  umum  untuk  penggunaan  batako,  orang  memilih  untuk  menggunakan  Semen Padang karena mutu merk ini dianggap jauh lebih baik dan tentunya akan meningkatkan kekuatan batako.  Untuk paving blok Semen Andalas Kelas 1 juga digunakan (terdapat 3 kelas, 1 kelas yang terbaik, dan 2 kelas lainnya bermutu rendah).
Untuk mencapai produk beton yang bagus dalam hal kekuatan dan daya tahan, aturan berikut sebaiknya diikuti:

 e)  Penyimpanan semen
Semen dapat disimpan dalam kantong dengan aman untuk beberapa bulan jika disimpan ditempat yang kering.   Kantong kertas lebih baik sebagai tempat penyimpanan dari pada kantong dari rami dalam hal menjaga kualitas akibat kelembaban.  Selama musim hujan, penyimpanan semen berperan penting karena kelembaban yang tinggi mempercepat rusaknya semen.


Kantong semen sebaiknya disimpan ditempat rata yang agak tinggi (seperti palet kayu) sekitar 15 – 20 cm dari lantai dan sekitar 30-50 cm dari dinding.  Tumpukan semen tidak boleh lebih dari 10 tumpuk.   Kantong semen sebaiknya ditempatkan berdekatan untuk mengurangi sirkulasi udara. Kantong semen sebaiknya jangan dibuka sebelum digunakan

Semen portland biasa yang disimpan lebih dari enam bulan sebaiknya tidak digunakan untuk pekerjaan pondasi.  Pengurangan kekuatan rata-rata pada adukan 1 : 2 : 4 sebagai akibat dari penyimpanan adalah sebagai berikut:

•   Kekuatan semen baru: 100%

•   Semen setelah 3 bulan, kekuatan berkurang 20%
•   Semen setelah 6 bulan, kekuatan berkurang 30%
•   Semen setelah 12 bulan, kekuatan berkurang 40%
•   Semen setelah 24 bulan, kekuatan berkurang 50%

  e)  Pengujian mutu semen
Tanda-tanda semen yang rusak dilihat dari adanya gumpalan besar semen. Gumpalan semen sebaiknya tidak digunakan, walaupun jika diayak. Barunya semen dapat diuji sebagai berikut:

i)   Uji gumpalan

Periksa semen dari gumpalan kecil dan besar. Pisahkan.

ii)   Uji gesek

Ketika semen digesek antara jari dan kuku seperti terasa butiran halus seperti tepung.

iii)  Uji pengaturan


Jika  tidak  yakin  dengan  mutu  semen  dapat  dilakukan  dengan  uji  pengaturan sederhana.   Membuat pasta yang kental dari semen murni dan air dan membentuk lapisan dengan diameter kira-kira 75 mm dengan ketebalan 12 hingga 15 mm. Lapisan harus mulai diatur kira-kira 30 sampai 60 menit. Dalam 18 hingga 24 jam lapisan harus sudah keras sehingga permukaannya tidak tergores dengan kuku jempol.

2)  Perbandingan air – semen
Perbandingan jumlah  minimum  air  dan  berat  semen,  perlu  diketahui konsistensi dan kemampuan kerja adukan beton yang diinginkan yang disebut perbandingan air – semen. Kekuatan beton menurun dengan menurunnya perbandingan air – semen. Hal ini disebabkan penambahan air setelah penguapan akan meninggalkan kekosongan yang sangat kecil. Semakin banyak kekosongan pada beton, maka akan semakin tidak kuat.

3)  Kehalusan kerikil halus
Kekuatan beton akan menurun dengan semakin halusnya kerikil halus. Hal ini disebabkan kerikil halus membutuhkan lebih banyak semen yang digunakan yang mempengaruhi keseluruhan adukan.

2.  Pasir Dan Kerikil Hasil Ayakan Pasir

Pasir dan kerikil bahan baku dasar yang paling penting dan memerlukan perhatian khusus.

a.  Penggolongan pasir dan kerikil
Bahan sisa ayakan berukuran 4,75 mm disebut kerikil kasar, dan dibawah ukuran itu disebut sebagai kerikil halus atau pasir.  Hasil ayakan yang berukuran 75 mikron biasanya disebut sebagai tanah liat, endapan halus atau debu halus dalam kerikil.  Pasir yang mengandung
90% partikel berukuran lebih besar dari 0,006 mm dan kurang dari 0,2 mm adalah pasir halus.  Pasir yang mengandung 90% partikel berukuran lebih besar dari 0,6 mm dan kurang dari 2 mm disebut sebagai pasir kasar.

b.  Kerikil Kasar
Terdapat 3 sumber utama asal kerikil kasar, yaitu:
1)   Endapan alam
2)   Batu yang dihancurkan (splite)
3)   kerikil batu bata

c.   Pasir
Terdapat 4 jenis utama pasir, yaitu:
1)   Pasir Galian
2)   Pasir sungai
3)   Pasir yang dihancurkan
4)   Pasir Laut


d.  Mutu pasir dan kerikil
Mutu beton secara langsung berhubungan dengan karakteristik dan kondisi pasir. Pasir dan kerikil harus bersih dari tanah liat tanaman dan bahan organik lainnya. Tanah liat atau kotoran yang melapisi kerikil dapat menghalangi lengketnya semen dengan kerikil, memperlambat proses pengaturan pembekuan dan menurunkan kekuatan beton. Dengan demikin tanah liat dan kotoran tidak boleh melebihi 10% jika tidak pasir harus dicuci.

e.  Penyimpanan pasir
Pasir sebaiknya disimpan ditempat yang teduh. Pasir sebaiknya terlindungi, seperti dari kotoran binatang, limbah pertanian, anak-anak, pohon dan lain-lain jika memungkinkan.


f.   Pengujian mutu pasir.
1)  Uji visual/Uji penglihatan

Periksa pasir dari kotoran seperti bahan organik (lumpur, dedaunan, akar-akaran dan lain-lain).
2)  Uji kandungan pasir dan kotoran

Uji kandungan pasir dan kotoran dapat dilakukan dengan dua cara;

i)   Test tangan

Contoh pasir digosokkan diantara dua telapak tangan pasir yang bersih hanya akan meninggalkan sedikit bekas. Jika tangan tetap kotor itu menunjukkan adanya terlalu banyak tanah.

ii)   Test botol

 Ambil sebuah botol dan isi dengan pasir hingga setengah penuh. Isi dengan air bersih hingga ¾ penuh. Kocok dan biarkan hingga satu jam. Pasir yang bersih akan akan langsung  mengendap, kotoran  dan tanah   liat   secara   perlahan-lahan akan turun di atas pasir. Ketebalan tanah liat dan kotoran tidak boleh melebihi 1/10 atau 10% dari pasir di bawahnya.  Pengujian  ini  juga disebut Decantation test, pengujian ini tidak dapat diterapkan pada pasir dari batu yang dipecahkan.

iii)  Test pakaian

 Hamparkan pasir pada permukaan yang bersih. Gosok dengan kain putih diatas pasir.Jika kain sangat kotor, pasir sebaiknya tidak digunakan untuk membuat beton.



Pasir yang kotor sebaiknya tidak digunakan untuk pembuatan batako atau paving blok sebab dapat mengurang daya rekat beton.

G.  Berbagai Jenis Batako dan Paving Blok

Batako terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Istilah batako berhubungan dengan bentuk persegi panjang yang digunakan untuk dinding beton.


 
1) Batako digolongkan menjadi 2 bentuk utama

Batako
berlubang memiliki sifat penghantar panas yang lebih baik dari batako padat dengan menggunakan bahan dan ketebalan yang sama. Batako berlubang memiliki beberapa keunggulan dari batu bata, beratnya hanya 1/3 dari batu bata dengan jumlah yang sama dan dapat disusun empat kali lebih cepat lebih kuat untuk semua penggunaan yang biasanya menggunakan batu bata.  Di samping itu keunggulan lain batako berlubang adalah kedap panas dan suara.
        2)   Paving blok memiliki berbagai bentuk, pola warna


Sumber : Modul Pelatihan Pembuaton ubin atau Paving Blok dan Batako.Kantor Perburuhan International