KESEHATAN DAN KESELAMATAN
( dalam kegiatan
industri )
A.
Pendahuluan
“Kecelakan
tidak terjadi begitu saja, tetapi kecelakaan itu di buat”
Alasan
utama kecelakaan pada konstruksi/pabrikasi adalah ketidakhati-hatian, kesalahan
teknis, kesalahan penggunaan alat, reaksi yang salah dari pekerja, dan yang paling
penting tidak ada kesadaran yang cukup tentang potensi sumber-sumber kecelakaan.
Lokasi pembuatan terletak dimana
orang-orang datang bekerja bersama-sama untuk mendapatkan uang bagi keluarganya.
Tempat dimana orang datang bersama-sama untuk hidup haruslah aman; tidak ada
pertimbangan ekonomi yang membenarkan kecelakaan. Suatu tragedi besar bagi sebuah
keluarga, jika untuk alasan mencegah kecelakaan kerja, tidak ada lagi pemasukan.
Mengetahui
sumber potensi dan memperkirakan kecelakaan berarti kita dapat mencegahnya. Ini
merupakan tugas pemilik usaha, dan juga pekerja untuk mengetahui sumber-sumber potensi
kecelakaan dan mencegahnya sejauh mungkin.
Kejadian
berikut ini dapat juga disebut kecelakaan:
1.
Anda
tergelincir dan jatuh
2.
Peralatan
jatuh di kaki,sehingga menimbulkan cidera
3.
Anda
terjatuh dari kursi atau dari tangga
4.
Anda
tersiram air panas atau terbakar
5.
Anda
keseleo punggung karena mengangkat sesuatu yang berat
6.
Anda
mematahkan sesuatu, tetapi anda tidak terluka
B. Aturan Untuk Mencegah Kecelakaan
1.
Jangan
tinggalkan kayu yang dibuang dengan paku yang keluar. Kayu yang tidak terpakai
harus dikumpulkan dan disimpan di suatu tempat.
2.
Bengkokkan
selalu atau tutup ujung batang besi yang keluar dari beton (mis. ketika memulai
usaha anda).
3.
Cegah
bahan jangan sampai terjatuh yang dapat mencederai orang lain atau dapat merusak
material lain atau produk anda.
4.
Toilet
harus disediakan untuk pekerja.
5.
Tempat
beristirahat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari dapat dibuat di lokasi.
Air minum bersih harus disediakan di tempat istirahat demikian juga di tempat kerja.
6.
Lokasi
produksi bukanlah tempat bermain untuk anak-anak. Tentu saja tidak seorangpun
anak-anak diijinkan berlari atau bermain di tempat kerja karena sangat berbahaya
dan
dapat
menyebabkan kecelakaan fatal. Ibu-ibu yang menyusui anaknya harus di tempat
istirahat atau di rumah saja.
7. Mengangkat batako, semen dan bahan bangunan
berat lainnya jangan menunduk.
Angkatlah
selalu beban dengan punggung lurus.
C. Mengangkat Benda Berat dengan Benar
Jika panduan untuk penanganan tidak tersedia
ingat langkah-langkah berikut ini:
1.
Posisi kaki
Tempatkan kaki
selebar pinggul untuk memberi ruang yang lebih besar. Untuk keseimbangan yang lebih
baik tempatkan satu kaki di depan benda yang akan diangkat.
2.
Pegangan yang benar
Pastikan pegangan
pada pangkal jari dan dan telapak tangan. Ini menjaga beban terkendali dan beban
lebih merata keseluruh tubuh.
3.
Lengan dekat dengan badan
Jaga posisi lengan
dekat dengan badan
untuk mengurangi usaha yang dibutuhkan untuk mengangkat dan megurangi
kelelahan otot pada lengan dan bahu.
4.
Meluruskan punggung
Jaga punggung anda pada sudut kira-kira 15 derajat. Hal ini untuk meminimalisasi pada abdomen dan pastikan tekanan pada rangka tulang punggung. Punggung anda mengambil beban tetapi kaki anda yang bekerja.
Jaga punggung anda pada sudut kira-kira 15 derajat. Hal ini untuk meminimalisasi pada abdomen dan pastikan tekanan pada rangka tulang punggung. Punggung anda mengambil beban tetapi kaki anda yang bekerja.
5.
Dagu ke dalam
Mudah untuk merusak
tulang belakang bagian atas
karena posisinya dibagian bawah. Untuk menjaga lurus ke
atas, Perpanjang leher dan tarik dagu ke dalam. Jangan letakkan
dagu di pundak karena akan
membengkokkan leher.
6. Beban badan
Gunakan beban
badan untuk memindahkan beban pada posisi mengangkat dan menggeser beban dengan
benar. Wanita hamil sebaiknya tidak mengangkat terus menerus beban yang lebih dari
5 kg dan tidak boleh mengangkat yang lebih dari 10 kg.